Minggu, 11 Juli 2010

MENGENAL TUHAN

KUNCI MENGENAL TUHAN

           Imamul Ghozali berkata dalam bukunya, "Kimyaussaadah" : "Bahwa Ilmu Kerohanian (kebatinan) dengan sifat-sifatnya itulah yang merupakan kunci kearah mengenal Tuhan".
           Jika memperhatikan kehidupan Nabi Muhammad dalam mencapai hakekat Ketuhanan, baik sebelum dan sesudah beliau menjadi rasul, maka dapatlah kita melihat Nabi Muhammad menjadi seorang shufi. Pada suatu hari Nabi terlentang diatas sepotong tikar daun kurma. Tatkal Ibnu Mas'ud seorang sahabat setia beliau memcucurkan air matanya karena melihat seorang yang memiliki hampir seluruh Jazirah Arab dan dimuliakan oleh Allah, demikian penderitaannya dalam kehidupannya. Ibnu Mas'ud mengatakan kepada beliau apakah tidak perlu tidak perlu mencarikan bantal untuk tempat meletakkan kepala Nabi yang mulia itu?
           Maka beliau melihat kepada Ibnu Mas'ud seraya berkata, "Tidak ada hajatku untuk itu, aku ini laksana seorang musyafir ditengah-tengah padang pasir yang luas dalam panas terik yang bukan kepalang aku menemui sebuah pohon yang rindang. Oleh karena itu aku letih, aku rebahkan diriku sesa'at untuk istirahat dengan niat kemudian aku berjalan lagi kembali untuk menyampaikan tujuanku menemui Tuhanku".
          
NABI MUHAMMAD HIDUP SEBAGAI SHUFI SEBELUM DAN SESUDAH MENJADI NABI. SEBALUM BELIAU MENJADI RASUL
          Muhammad suka menyendiri, berkhalawat di gua Hira. Disana beliau melatih diri mengasah jiwa, bertekun, berjihat, bertafakur, berfikir, memperhatikan keadaan alam dan susunannya, memperhatikan segalanya dengan mata hatinya. Dengan demikian pandangan lahir dan batinnya menjadi sangat bersih dan suci.
          Demikianlah maka kepribadiannya menjadi sempurna. Sekalipun Muhammad adalah manusia biasa seperti kita juga, tapi qalbu yang ada padanya sangat luarbiasa bersihnya dan sucinya, sehingga dapat lekas menerima dan merasa apa yang bersifat suci, karena itu Muhammad layak menerima WAHYU dari Tuhan Yang Maha Suci. Firman Allah dalam Qur'an (S.Asysyura 52)
"Dan demikian Kami wahyukan kepadamu Muhammad wahyu dengan perintah Aku. Sebelumnya, kamu Muhammad tidaklah kamu mengetahui apa itu "Qur'an" dan tidak pula kamu mengetahui apa itu "Iman", tetapi Aku jadikan Qur'an itu "Nur" cahaya yang Aku beri petunjuk dengan siapa-siapa yang Kami kehendaki diantara hamba-hamba kami. Dan sesungguhnya kamu Muhammad adalah kamu diberi petunjuk kejalan yang lurus". wahyu-wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dalam Gua Hira sejak dari perintah membaca Iqra sampai perintah sujud "Wasjud" dan takarub"Waqtarib" mendekatkan diri kepada Allah. itu tidak lain isinya dari pada ajaran-ajaran didikan rohani yang diperoleh Rasulullah s.a.w dalam hidup kerohanian".
           Setelah Muhammad menjadi Rasul, sesudah ia sering mengasingkan diri (Zuhud) di gua Hira ia meneruskan perjuangan beliau (Mujahadah), mendekatkan diri kepada Allah (Muraqabah) beliau berzikir, bertaubat/istigfar, bersholat tahajud sampai jauh malam (Mukasyafah) bermunajat kepada Tuhan dalam tingkat Musyahadah dan Mukasyafah yang dengan jalan ini beliau dapat mencapai hakikat Ketuhanan.

Tidak ada komentar: