Selasa, 12 Oktober 2010

SUCIKAN HATI/JIWA

Pakaian yang bagaimanapun juga bersihnya jika kita pakai pasti menjadi kotar. Makin lama di pakai akan semakin kotor. Apalagi yang memakai montir atau petani, waaaah kalau nggak pernah di cuci bagaimana rupa dan baunya he he he. Coba bayangkan deh kalau kita tidak pernah mandi, rumah kita nggak pernah di bersihkan.
Begitu pula kalau kalbu/hati atau jiwa kita. Manusia ketika lahir mempunyai hati/kalbu yang bersih. Tidak peduli anak  orang alim, anak penjahat atau penjahit he he he... Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia itu Islam, yahudi, nasrani dan majusi.
Sabda Rasulullah saw."Setiap anak yang di lahirkan dalam keadaan suci dan bersih. Kedua ibu-bapaknya yang menjadikan yahudi, nasrani dan majusi".
Setelah hidup dan bergaul, bekerja dan berjuang di tengah masyarakat, di sengaja atau tidak dapat melakukan kesalahan dan kehilafan. Dan setiap kesalahan, kehilafan itu akan menjadi titik-titik hitam di atas kalbu/hati. Semakin lama semakin hitam persis seperti pakaian yang tidak pernah dicuci.
Sabda Rasulullah saw."Sesungguhnya seorang mukmin bila mengerjakan satu dosa dan kesalahan, maka setiap kesalahan atau dosa itu akan merupakan titik hitam pada kalbunya. Dan bila dia menyadari akan dosa dan kesalahan itu, lalu menyesali dirinya dan minta ampun kepada Allah, kalbunya menjadi bersih. Tetapi bila kesalahan dan dosa itu di tambahnya, maka titik hitam itu bertambah pula sehingga kalbuya menjadi gelap dan hitam seluruhnya. Inilah yang disebutkan Allah Ta'ala:"Sungguh sudah tersumbat hati mereka karena perbuatan mereka itu".
Agar jangan sampai seperti itu, maka kita harus membersikan kalbu/jiwa kita dari kotoran dan berjanji tidak mengulangi lagi.
Ketahuilah saudaraku, bahwa kalbu atau jiwa adalah pusat kesadaran dan pengertian, sentaral penggerak setiap anggota tubuh kita. Oleh karena itu untuk membersihkan juga dengan menggunakan pusat kesadaran dan pengertian.Bila sudah bersih kalbu/jiwa ini bentengilah dengan perbuatan yang baik, keikhlasan dan pengabdian yang tulus. Baik kepada sesama manusia maupun sesama makhluk Allah.
Firman Allah dalam surat Huud 114 :
114. Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. 
Firman Allah dalam surat As-Syamsi 9-10 :
9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. 
 Demikian artikel ini, semoga bermanfa'at.